MA Unggulan Bustanul Hikmah kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya literasi melalui penyelenggaraan webinar inspiratif bertema “Berdaya Berkarya dengan Literasi”. Kegiatan ini menghadirkan narasumber istimewa, Ning Khilmah Anis, penulis novel fenomenal Hati Suhita sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Annur Jember.
Webinar yang berlangsung secara daring ini diikuti oleh sekitar 130 siswa-siswi MA Unggulan Bustanul Hikmah, serta dihadiri oleh para asatidz, alumni, dan penggiat literasi. Kegiatan ini menjadi ruang inspiratif untuk menumbuhkan semangat membaca, menulis, dan berkarya di kalangan generasi muda.
Dalam pemaparannya, Ning Khilmah Anis menekankan bahwa literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi harus mampu melahirkan output berupa akhlak dan budi pekerti yang luhur. Literasi yang baik, menurutnya, akan membentuk karakter sekaligus memperhalus jiwa seseorang.
Beliau juga menjelaskan bahwa kebiasaan membaca memiliki pengaruh besar terhadap kualitas tulisan seseorang. Semakin rajin membaca, maka akan semakin mudah dalam menuangkan ide ke dalam tulisan. Sebaliknya, menulis berfungsi sebagai sarana untuk mengikat dan mengabadikan apa yang telah dibaca dan dipahami.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa literasi yang kuat akan mempertajam daya pikir, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta memperbaiki cara berbicara dan berkomunikasi. Hal ini menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan zaman.
Dalam sesi motivasi, Ning Khilmah Anis menyampaikan prinsip penting tentang kesuksesan:
“99% bakat tanpa latihan akan sia-sia, sedangkan 99% latihan dan 1% bakat yang terus diasah akan berpotensi menjadi keberhasilan.”
Pesan inspiratif lainnya yang menggugah semangat peserta adalah ajakan untuk terus berkarya:
“Jika engkau bukan anak raja atau orang kaya, maka menulislah dan berkaryalah. Dari sanalah engkau akan diperhitungkan dan kemuliaan akan datang.”
Beliau juga mengingatkan bahwa belajar, menulis, dan berkarya adalah kunci agar seseorang tidak tertinggal dan dilupakan oleh zaman.
Dalam kesempatan tersebut, beliau turut mengangkat nilai-nilai filosofis dari novel Hati Suhita, seperti konsep “ngalah nggowo Allah” yang mengajarkan keikhlasan dan ketundukan kepada Allah. Selain itu, diperkenalkan pula konsep “wanitapa”—yakni perempuan yang kuat dalam menahan diri, penuh ketulusan, dan memiliki jiwa pengabdian tinggi. Nilai ini dipadukan dengan falsafah Jawa “mikul duwur mendem jero”, yaitu menjunjung tinggi kehormatan keluarga dan menjaga aib dengan sebaik-baiknya.
Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi para peserta untuk terus mengembangkan budaya literasi, tidak hanya dalam aspek intelektual, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan akhlak mulia.
Dengan terselenggaranya webinar ini, MA Unggulan Bustanul Hikmah semakin meneguhkan perannya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mencetak generasi cerdas, tetapi juga berakhlak dan produktif dalam berkarya.
